Diberdayakan oleh Blogger.

Rabu, 27 Juli 2016

Tempologi is Teknorer

So, whatsup apakabs guys?
Kali ini tema kita adalah all about Technology. Teknologi menurut gue adalah sesuatu yang diciptakan untuk memudahkan kita sebagai manusia. You know kita sebagai manusia banyak kebutuhan terutama kemauannya. Contoh kita butuh makan, dengan teknologi sekarang mulai dipopuler printer 3D untuk makanan. Kita butuh berinteraksi, dengan teknologi yang jauh akan didekatkan dan yang dekat dicuekin wkwkwk. Kita butuh referensi, dengan teknologi kita cuma tinggal bilang "halo google..(say what do you want)". Kita kurang PD, dengan teknologi kita bisa look so different dengan editing apps hahaha.

Ohiya gue belum ngenalin diri gue, So nama gue Raka Trisna Danar Sakti. Kenapa gue menyempatkan diri buat ngebahas teknologi selain karena dulu gue tertarik terutama sama IT sehingga gue sempet ngambil studi ilmu komputer, diluar hal itu the reason is karena teknologi adalah teman gue yang mengikuti kemanapun dan apapun kemauan gue.

Kaya kalian nyadar ga sih kalo misalkan teknologi itu selalu ngikutin kita terutama kemauan-kemauan kita. Jadi sebenernya perkembangan teknologi sangat amat terkait terhadap peran hasrat keinginan manusia. Contoh sederhananya dari dulu manusia sejak kecil diajarkan buat berinteraksi sosial. Guru atau Orangtua sewaktu kita kecil selalu ngajarin atau berpesan kepada kita untuk berteman dengan siapa-pun dan mencari teman yang banyak. Dan karena itulah terciptanya sosial media agar orang-orang dapat memiliki banyak dan beragam teman. Sampai-sampai kita menambahkan teman yang padahal kita ga kenal sama sekali di sosial media kita. Karena memang dari lahir manusia dilahirkan untuk bersosial oleh karena itu kita kesel kalo didiemin atau dianggap tidak ada oleh seseorang wkwkwk. Karena pada dasarnya setiap manusia ingin mengaktualisasi diri, kita semua butuh yang namanya pengakuan.

Sorry out of topic, jadi intinya karena memang dari awal tujuan teknologi adalah membantu dan memudahkan kita sebagai manusia. Generasi sekarang adalah generasi Instan, bahkan generasi mudanya juga instan dalam bertindak. Mereka menyerap apa yang ada di media baik internet maupun TV tanpa memilah dulu mana yang benar mana yang salah selayaknya otak manusia yang sudah mengalami pendewasaan. Maka tak ayal banyak generasi muda sekarang salah kaprah dan kiprah. Sungguh disayangkan memang, andaikan mulai dari kecil kita tidak hanya dijejali teknologi tapi juga ditamengi filternya. Mungkin tidak akan banyak remaja yang hanyut dimakan negative effect of technology.

Inilah kenapa teknologi itu bukan temporer. Jadi teknologi itu bukan sementara atau ada batas waktunya. Tapi tempologi is teknorer, waktu yang tersisa tidak dapat membatasi teknologi. Karena teknologi akan selalu berkembang dan berkembang. Sementara waktu terus berkurang meninggalkan sisa demi sisa. So, di waktu yang tersisa ini kalian akan mengembangkan teknologi untuk diri kalian lagi? kemauan kalian lagi? hasrat kalian lagi? 

Jangan egois terhadap alam semesta.

#makeITawesome #STW2016
bem.stan.ac.id/stw
Published: By: Unknown - 10.43.00

Pemimpin Ideal di Zaman Sekarang


Seorang pemimpin harus berani melampaui dirinya yang berarti dia siap untuk menderita demi kesejahteraan rakyatnya. —Anhar Gonggong, sejarawan
Seperti Soekarno, dia adalah seorang insinyur yang bila pada saat itu bersedia bergabung dengan penjajah Belanda, maka kehidupannya dijamin nyaman. Namun, karena Soekarno adalah seorang pemimpin, maka dia rela menderita hingga dipenjara untuk memperjuangkan kemerdekaan dan kesejahteraan bangsanya. Begitu juga dengan Hatta, yang merupakan seorang ahli ekonomi dan berasal dari keluarga kaya, tetapi dia lebih memilih menderita, bahkan dipenjara untuk memperjuangkan kemajuan bangsanya, dan masih sangat banyak lagi pemimpin-pemimpin bangsa yang luar biasa pada masa itu.
Coba kita tengok dunia di sekitar kita saat ini, manusia telah berhasil membuat perkembangan zaman yang sebegini pesatnya baik dalam konteks kemajuan atau pemunduran serta perbaikan maupun kerusakan.Seiring dengan semakin kompleksnya dunia ini maka semakin meningkat pula tingkat kompleksivitas masalah atau krisis yang dihadapi.Sehinggga memang hanya segilintir pemimpin yang memiliki kualitas kepemimpinan terbaiklah yang mampu bertahan bak karang yang tahan ombak. Lantas siapakah orang-orang itu? mereka ialah pemimpin ideal yang sosoknya mengalur-alur dunia ini sehingga mereka bukan saja mengikuti alur masa kini tetapi menciptakan alurnya sendiri. Pemimpin yang ideal itu berarti pemimpin yang sangat sesuai dengan yang dicita-citakan atau diangan-angankan masyarakat, jadi pemimpin yang ideal adalah pemimpin seperti apa yang dikehendaki oleh masyarakat saat ini.
Kemudian sosok pemimpin ideal saat ini itu seperti apa?
Berbicara mengenai ideal pasti akan melahirkan banyak sekali kriteria berlaku pula pada pemimpin. Saya yakin salah satu dari kriteria pemimpin ideal ini ada yang sejalan dengan pendapat anda yakni pemimpin itu harus berkarakter, berkarisma, berkomitmen, handal berkomunikasi, berkompetensi, Berani, memiliki sifat pengertian, fokus, murah hati, berinisiatif, mampu mendengarkan orang lain, memiliki semangat tinggi, mampu memecahkan masalah, memiliki hubungan yang baik, bertanggung jawab, memiliki kemapanan, berdisiplin diri, mampu melayani, memiliki sikap mau diajar, memiliki visi.
Disini saya hanya akan membahas beberapa sifat-sifat pemimpin ideal sehubung dengan tingkat geregetan masyarakat saat ini mengenai sosok pemimpin yang halang melintang di media massa terkena kasus demi kasus dan suap demi suap yang takkan pernah membuat mereka kenyang. berikut ini adalah sosok pemimpin yang diangankan dan diinginkan masyarakat saat ini.


1.       Integritas

Aturan pertama tentang lubang: Jika Anda berada dalam sebuah lubang, berhenti menggali. —Molly Ivins, Kolumnis

Integritas pemimpin pada masa kini lebih dihargai daripada era-era sebelumnya. Pada masa-masa yang lalu, orang berasumsi bahwa seorang pemimpin dengan sendirinya memiliki integritas. Asumsi tersebut bergeser setelah munculnya banyak skandal dan krisis yang disebabkan oleh perilaku pemimpin yang tidak mendemostrasikan integritas.

Sehingga saya memberikan tempat yang pertama pada  integritas, hal ini seirama dengan sebuah penelitian yang bersifat menjangkau secara luas (ekstensif) oleh Prof. Kouzner dan Prof. Posner tentang pemimpin yang dibutuhkan masyarakat yang dalam penelitian itu integritas berada pada peringkat pertama aspek pemimpin yang dibutuhkan masyarakat.

Karena pada dasarnya kepemimpinan  itu didasari oleh kepercayaan. Karena orang banyak memilih untuk mengikuti pemimpin yang mereka percayai, rasa kepercayaan mereka tentu punya dasar. Dasar itu adalah integritas.

Seorang pemimpin tidak hanya harus jujur kepada orang lain tetapi ia juga patut jujur pada dirinya sendiri. Karena pada saat ini banyak orang melakukan tindakan penyalahgunaan wewenang dan mereka mengetahui bahwa itu salah, akan tetapi yang mereka perbuat hanyalah menyalahkan lingkungan dan keadaan. Dengan dalih bahwa tindakan seperti itu sudah biasa di antara mereka. Orang-orang seperti inilah yang diumpamakan ikan mati dalam pepatah “hanya ikan mati yang mengikuti arus sungai” dalam artian disini mungkin nuraninya lah yang sudah mati. Dan sosok pemimpin disini  yang harus dapat merubah dari membenarkan kebiasaan ke membiasakan kebenaran pada lingkungannya.

“Seorang pemimpin haruslah memiliki irama yang menyatu antara kata dengan perbuatan, melaksanakan  apa yang dikatakan, pemimpin harus jujur dan mampu mengatakan terus terang.”

2.       Spiritualis

Menurut catatan pada tahun 1957 perusahaan di amerika melakukan riset, mereka melakukan pemeringkatan terhadap 500 perusahaan terbaik dunia dan 49 tahun kemudian riset diadakan lagi dan ternyata yang bertahan hanya 74 perusahaan tidak lebih dari 100.

Apa yang menyebabkan mereka bangkrut, apakah manajemennya tidak canggih atau tidak oke? ternyata bukan, penyebab mereka bangkrut dan tidak bertahan ialah  karena mereka mengabaikan nilai-nilai dari bisnis yang mereka jalani. Maka berdasarkan hasil kajian ini beberapa peneliti kemudian mengatakan pemimpin perusahaan yang sukes di abad 21 ini adalah pemimpin yang spiritualis.

Ternyata pengertian bahwa orang itu spritualis bukan hanya karena dia rajin ibadah saja tetapi setidaknya ada 3 hal,
1.       Memberikan makna dan nilai pada pekerjaan yang ia lakukan
(mengerjakan segala sesuatunya karena hal itu adalah bermakna bagi dirinya / kerja ikhlas)

2.       Pemimpin spritualis tahu bahwa dunia ini adalah tempat menebar prestasi dan menebar karya
(selalu melakukan yang terbaik dan berusaha memberikan kontribus terbaik pula)

3.       Pemimpin spiritualis itu sadar bahwa hidup di dunia itu hanya sebentar dan tempat mengumpulkan bekal untuk menentukan kelayakan dan kenyamanan dia hidup setelah kehidupan dunia. Sehingga dia berusaha sebaik-baiknya konsisten pada nilai-nilai kebaikan yang ia jalankan.

“Pemimpin selain dituntut dekat dengan rakyatnya, ia juga harus dekat dengan Tuhannya.”

3.       Cerdik

Para pemimpin yang cerdik hanya mempercayai sebagian yang didengarnya. Para pemimpin yang memiliki pengertian mengetahui bagian yang mana yang harus dipercayainya. —John C.Maxwell

Cepat mengerti (tentang situasi dan sebagainya) dan pandai mencari pemecahannya atau panjang akal. Dalam artian pemimpin selain harus memiliki intelejensi yang kuat untuk melewati persoalan dan menerobos cakrawala memberikan suatu harapan yang lebih  terlihat, juga harus memiliki kewaspadaan. Seorang pemimpin harus menggunakan otaknya dia setiap waktu dan juga harus tetap waspada dengan mata dan telinga terbuka kalau tidak, ia bisa dengan mudah  ditipu. Sebagai contoh, salah satu pemimpin terbesar pada zamannya, Winston Churchill bisa memenangkan Perang Dunia II hanya dengan menerapkan otaknya dan kewaspadaan nya.

Cerdik juga dapat bermakna cerdas dan mendidik. Alih-alih memerintah pengikutnya atau anggota kelompok, seorang pemimpin yang baik selalu membantu mereka melalui pengalaman yang membawa pikiran dan motif berubah.

“Pemimpin tidak hanya memberikan perintah saja patutnya mereka memberikan pengalaman-pengalaman yang serta merta mendidik menuju suatu tujuan atau perubahan.”



4.       Berani

Seorang pemimpin yang berani, bertanggungjawab bahkan berwibawa memang selalu didambakan orang-orang. Ya pada dasarnya berani itu selalu satu paket dengan bertanggung jawab.  Lebih dari itu bukan hanya sekedar untuk dihargai dan disegani, tapi seorang pemimpin juga harus mampu memberikan ketegasan. Setiap pemimpin harus berani mengambil resiko dari setiap keputusan sulit.

Kenapa sikap berani ini penting. Karena seorang pemimpin ialah panutan bagi siapapun yang dipimpinnya tentu karena nya sikap berani itu juga akan muncul pada yang dipimpinnya.

Berani berarti mempunyai hati yang mantap dan rasa percaya diri yang besar dalam menghadapi bahaya dan kesulitan atau  tidak takut maupun gentar.

Pemimpin yang baik adalah orang yang berani berjalan di depan, untuk menjadi ujung tombak dan perisai di arena perjuangan; untuk menghadapi rintangan. Seperti aspek keberanian berikut perlu dimiliki seorang pemimpin.

-               berani menjaga amanah,
-               berani memegang teguh integritas
-               berani membela yang benar
-               berani membela prinsip
-               berani memperjuangkan tata nilai yang dia junjung tinggi
-               berani selalu memenuhi janji dan kesepakatan yang ia buat
“Pemimpin harus berani sekaligus penuh pertimbangan. Kebebasan yang dimiliki pemimpin haruslah dibarengi dengan tanggung jawab tinggi.”
5.       Fokus

Berbicara mengenai fokus, saya langsung teringat dengan kisah Tenzing Norgay. Dia adalah seorang pemandu pendaki gunung (sherpa) di Nepal yang menemani seorang pendaki gunung Edmund Hillary. Edmund Hillary adalah orang yang menaklukan puncak tertinggi gunung Everest dialah yang terkenal dan populer menaklukan puncak gunung tertinggi di dunia. Dan begitu muku turun di kaki gunung mereka disambut dan diserbu ribuan wartawan. Sebagian besar wartawan tentu bertanya kepada Edmund Hillary, mereka memberikan applause, mereka memberikan pujian, dan memberikan banyak pertanyaan kepada Edmund Hillary. Dan hanya ada satu wartawan yang bertanya kepada Tenzing Norgay .

W: Siapakah anda?
T  : Saya Tenzing
W: Bukankah anda Sherpa pemandunya Edmund Hillary?
T  : Iya, betul
W: Bukankah yang namanya pemandu itu jalannya selalu didepan orang yang ditemani?
T  : Iya, betul
W: Berarti anda dong yang menaklukkan puncak gunung tertinggi?
T  : Selama perjalanan dari bawah sampai puncak gunung saya selalu berjalan didepan Edmund      Hillary, Namun ketika tinggal satu langkah saya berhenti. Dan saya mempersilahkan Edmund Hillary untuk menginjakkan kakinya di puncak gunung tertinggi. Maka Edmund Hillary lah yang menaklukkan puncak gunung tersebut.
W: Mengapa Anda melakukan ini? Seharusnya anda yang menginjakkan kaki di puncak gunung tertinggi.
T  : Ya, saya bisa melakukan itu. Tapi itu bukan impian atau tujuan saya. Itu adalah impian Edmund Hillary. Impian saya adalah menemani Edmund Hillary menaklukan puncak gunung tertinggi.

Dari situ kita dapat memaknai bahwa jadi seorang pemimpin haruslah fokus pada tujuan dan impian yang dipimpinnya. Seorang pemimpin fokus melayani rakyatnya dan membuat sejahtera rakyatnya bukan sebaliknya menyejahterakan diri sendiri, walau pada hakikatnya hal itu bisa dilakukan karena pemimpin memegang kebebasan kekuasaan.

“Seorang pemimpin haruslah mampu melahirkan pemimpin pula.”
Hal-hal tersebut diatas merupakan karakteristik pemimpin yang dibutuhkan sekarang dalam menghadapi berbagai polemik yang kian marak terjadi di era modern saat ini. Setiap dari kita adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya. Maka dari itu marilah kita mengidealkan kepemimpinan kita masing-masing. Karena setiap pertanggungjawaban membutuhkan keberanian agar sepaket, sehingga beranilah untuk menjadi ideal dalam memimpin.


Published: By: Unknown - 09.26.00