Seorang pemimpin harus berani melampaui
dirinya yang berarti dia siap untuk menderita demi kesejahteraan rakyatnya.
—Anhar Gonggong, sejarawan
Seperti Soekarno, dia adalah
seorang insinyur yang bila pada saat itu bersedia bergabung dengan penjajah
Belanda, maka kehidupannya dijamin nyaman. Namun, karena Soekarno adalah seorang pemimpin, maka
dia rela menderita hingga dipenjara untuk memperjuangkan kemerdekaan dan
kesejahteraan bangsanya. Begitu juga
dengan Hatta, yang merupakan seorang ahli ekonomi dan berasal dari keluarga
kaya, tetapi dia lebih memilih menderita, bahkan dipenjara untuk memperjuangkan
kemajuan bangsanya, dan masih sangat banyak lagi pemimpin-pemimpin bangsa yang
luar biasa pada masa itu.
Coba kita tengok dunia di sekitar kita saat ini,
manusia telah berhasil membuat perkembangan zaman yang sebegini pesatnya baik
dalam konteks kemajuan atau pemunduran serta perbaikan maupun kerusakan.Seiring
dengan semakin kompleksnya dunia ini maka semakin meningkat pula tingkat
kompleksivitas masalah atau krisis yang dihadapi.Sehinggga memang hanya
segilintir pemimpin yang memiliki kualitas kepemimpinan terbaiklah yang mampu
bertahan bak karang yang tahan ombak. Lantas siapakah orang-orang itu? mereka
ialah pemimpin ideal yang sosoknya mengalur-alur dunia ini sehingga mereka
bukan saja mengikuti alur masa kini tetapi menciptakan alurnya sendiri.
Pemimpin yang ideal itu berarti pemimpin yang sangat sesuai dengan yang
dicita-citakan atau diangan-angankan masyarakat, jadi pemimpin yang ideal
adalah pemimpin seperti apa yang dikehendaki oleh masyarakat saat ini.
Kemudian sosok
pemimpin ideal saat ini itu seperti apa?
Berbicara mengenai ideal pasti akan melahirkan
banyak sekali kriteria berlaku pula pada pemimpin. Saya yakin salah satu dari
kriteria pemimpin ideal ini ada yang sejalan dengan pendapat anda yakni
pemimpin itu harus berkarakter, berkarisma, berkomitmen, handal berkomunikasi,
berkompetensi, Berani, memiliki sifat pengertian, fokus, murah hati,
berinisiatif, mampu mendengarkan orang lain, memiliki semangat tinggi, mampu
memecahkan masalah, memiliki hubungan yang baik, bertanggung jawab, memiliki
kemapanan, berdisiplin diri, mampu melayani, memiliki sikap mau diajar,
memiliki visi.
Disini saya hanya akan membahas beberapa sifat-sifat pemimpin ideal
sehubung dengan tingkat geregetan masyarakat saat ini mengenai sosok pemimpin
yang halang melintang di media massa terkena kasus demi kasus dan suap demi
suap yang takkan pernah membuat mereka kenyang. berikut ini adalah sosok
pemimpin yang diangankan dan diinginkan masyarakat saat ini.
1.
Integritas
Aturan pertama tentang lubang: Jika Anda
berada dalam sebuah lubang, berhenti menggali. —Molly Ivins, Kolumnis
Integritas pemimpin pada masa
kini lebih dihargai daripada era-era sebelumnya. Pada masa-masa yang lalu,
orang berasumsi bahwa seorang pemimpin dengan sendirinya memiliki integritas.
Asumsi tersebut bergeser setelah munculnya banyak skandal dan krisis yang
disebabkan oleh perilaku pemimpin yang tidak mendemostrasikan integritas.
Sehingga saya memberikan tempat yang pertama pada integritas, hal ini seirama dengan sebuah penelitian yang bersifat menjangkau secara luas (ekstensif) oleh Prof. Kouzner dan Prof. Posner tentang pemimpin yang dibutuhkan masyarakat yang dalam penelitian itu integritas berada pada peringkat pertama aspek pemimpin yang dibutuhkan masyarakat.
Sehingga saya memberikan tempat yang pertama pada integritas, hal ini seirama dengan sebuah penelitian yang bersifat menjangkau secara luas (ekstensif) oleh Prof. Kouzner dan Prof. Posner tentang pemimpin yang dibutuhkan masyarakat yang dalam penelitian itu integritas berada pada peringkat pertama aspek pemimpin yang dibutuhkan masyarakat.
Karena pada dasarnya kepemimpinan itu didasari oleh kepercayaan. Karena orang
banyak memilih untuk mengikuti pemimpin yang mereka percayai, rasa kepercayaan
mereka tentu punya dasar. Dasar itu adalah integritas.
Seorang pemimpin tidak hanya harus jujur kepada
orang lain tetapi ia juga patut jujur pada dirinya sendiri. Karena pada saat
ini banyak orang melakukan tindakan penyalahgunaan wewenang dan mereka
mengetahui bahwa itu salah, akan tetapi yang mereka perbuat hanyalah menyalahkan
lingkungan dan keadaan. Dengan dalih bahwa tindakan seperti itu sudah biasa di
antara mereka. Orang-orang seperti inilah yang diumpamakan ikan mati dalam
pepatah “hanya ikan mati yang mengikuti arus sungai” dalam artian disini
mungkin nuraninya lah yang sudah mati. Dan sosok pemimpin disini yang harus dapat merubah dari membenarkan
kebiasaan ke membiasakan kebenaran pada lingkungannya.
“Seorang pemimpin haruslah memiliki irama
yang menyatu antara kata dengan perbuatan, melaksanakan apa yang dikatakan, pemimpin harus jujur dan
mampu mengatakan terus terang.”
2.
Spiritualis
Menurut catatan pada tahun 1957 perusahaan di
amerika melakukan riset, mereka melakukan pemeringkatan terhadap 500 perusahaan
terbaik dunia dan 49 tahun kemudian riset diadakan lagi dan ternyata yang
bertahan hanya 74 perusahaan tidak lebih dari 100.
Apa yang menyebabkan mereka bangkrut, apakah
manajemennya tidak canggih atau tidak oke? ternyata bukan, penyebab mereka
bangkrut dan tidak bertahan ialah karena
mereka mengabaikan nilai-nilai dari bisnis yang mereka jalani. Maka berdasarkan
hasil kajian ini beberapa peneliti kemudian mengatakan pemimpin perusahaan yang
sukes di abad 21 ini adalah pemimpin yang spiritualis.
Ternyata pengertian bahwa orang itu spritualis
bukan hanya karena dia rajin ibadah saja tetapi setidaknya ada 3 hal,
1.
Memberikan makna dan nilai pada pekerjaan yang ia
lakukan
(mengerjakan
segala sesuatunya karena hal itu adalah bermakna bagi dirinya / kerja ikhlas)
2.
Pemimpin spritualis tahu bahwa dunia ini adalah tempat
menebar prestasi dan menebar karya
(selalu
melakukan yang terbaik dan berusaha memberikan kontribus terbaik pula)
3.
Pemimpin spiritualis itu sadar bahwa hidup di
dunia itu hanya sebentar dan tempat mengumpulkan bekal untuk menentukan
kelayakan dan kenyamanan dia hidup setelah kehidupan dunia. Sehingga dia
berusaha sebaik-baiknya konsisten pada nilai-nilai kebaikan yang ia jalankan.
“Pemimpin selain dituntut dekat dengan
rakyatnya, ia juga harus dekat dengan Tuhannya.”
3.
Cerdik
Para pemimpin yang cerdik hanya
mempercayai sebagian yang didengarnya. Para pemimpin yang memiliki pengertian
mengetahui bagian yang mana yang harus dipercayainya. —John C.Maxwell
Cepat mengerti
(tentang situasi dan sebagainya) dan pandai mencari pemecahannya atau panjang akal.
Dalam artian pemimpin selain harus memiliki intelejensi yang kuat untuk melewati persoalan dan menerobos cakrawala
memberikan suatu harapan yang lebih
terlihat, juga harus memiliki
kewaspadaan. Seorang pemimpin harus menggunakan otaknya dia setiap waktu
dan juga harus tetap waspada dengan mata dan telinga terbuka kalau tidak, ia
bisa dengan mudah ditipu. Sebagai
contoh, salah satu pemimpin terbesar pada zamannya, Winston Churchill bisa
memenangkan Perang Dunia II hanya dengan menerapkan otaknya dan kewaspadaan
nya.
Cerdik juga dapat bermakna cerdas dan mendidik.
Alih-alih memerintah pengikutnya atau anggota kelompok, seorang pemimpin yang
baik selalu membantu mereka melalui pengalaman yang membawa pikiran dan motif berubah.
“Pemimpin tidak hanya memberikan perintah
saja patutnya mereka memberikan pengalaman-pengalaman yang serta merta mendidik
menuju suatu tujuan atau perubahan.”
4.
Berani
Seorang pemimpin yang berani, bertanggungjawab
bahkan berwibawa memang selalu didambakan orang-orang. Ya pada dasarnya berani
itu selalu satu paket dengan bertanggung jawab.
Lebih dari itu bukan hanya sekedar untuk dihargai dan disegani, tapi
seorang pemimpin juga harus mampu memberikan ketegasan. Setiap pemimpin harus
berani mengambil resiko dari setiap keputusan sulit.
Kenapa sikap berani ini penting. Karena seorang
pemimpin ialah panutan bagi siapapun yang dipimpinnya tentu karena nya sikap
berani itu juga akan muncul pada yang dipimpinnya.
Berani berarti mempunyai
hati yang mantap dan rasa percaya diri yang besar dalam menghadapi bahaya dan
kesulitan atau tidak takut maupun
gentar.
Pemimpin yang baik adalah orang yang berani
berjalan di depan, untuk menjadi ujung tombak dan perisai di arena perjuangan;
untuk menghadapi rintangan. Seperti aspek keberanian berikut perlu dimiliki
seorang pemimpin.
-
berani menjaga amanah,
-
berani memegang teguh integritas
-
berani membela yang benar
-
berani membela prinsip
-
berani memperjuangkan tata nilai yang dia junjung
tinggi
-
berani selalu memenuhi janji dan kesepakatan yang
ia buat
“Pemimpin harus berani sekaligus penuh
pertimbangan. Kebebasan yang dimiliki pemimpin haruslah dibarengi dengan
tanggung jawab tinggi.”
5.
Fokus
Berbicara mengenai fokus, saya langsung teringat
dengan kisah Tenzing Norgay. Dia adalah seorang pemandu pendaki gunung (sherpa)
di Nepal yang menemani seorang pendaki gunung Edmund Hillary. Edmund Hillary
adalah orang yang menaklukan puncak tertinggi gunung Everest dialah yang
terkenal dan populer menaklukan puncak gunung tertinggi di dunia. Dan begitu
muku turun di kaki gunung mereka disambut dan diserbu ribuan wartawan. Sebagian
besar wartawan tentu bertanya kepada Edmund Hillary, mereka memberikan applause,
mereka memberikan pujian, dan memberikan banyak pertanyaan kepada Edmund
Hillary. Dan hanya ada satu wartawan yang bertanya kepada Tenzing Norgay .
W: Siapakah anda?
T : Saya
Tenzing
W: Bukankah anda Sherpa pemandunya Edmund
Hillary?
T : Iya,
betul
W: Bukankah yang namanya pemandu itu jalannya
selalu didepan orang yang ditemani?
T : Iya,
betul
W: Berarti anda dong yang menaklukkan puncak
gunung tertinggi?
T : Selama
perjalanan dari bawah sampai puncak gunung saya selalu berjalan didepan Edmund Hillary, Namun ketika tinggal satu
langkah saya berhenti. Dan saya mempersilahkan Edmund Hillary untuk
menginjakkan kakinya di puncak gunung tertinggi. Maka Edmund Hillary lah yang
menaklukkan puncak gunung tersebut.
W: Mengapa Anda melakukan ini? Seharusnya anda
yang menginjakkan kaki di puncak gunung tertinggi.
T : Ya,
saya bisa melakukan itu. Tapi itu bukan impian atau tujuan saya. Itu adalah
impian Edmund Hillary. Impian saya adalah menemani Edmund Hillary menaklukan
puncak gunung tertinggi.
Dari situ kita dapat memaknai bahwa jadi seorang
pemimpin haruslah fokus pada tujuan dan impian yang dipimpinnya. Seorang
pemimpin fokus melayani rakyatnya dan membuat sejahtera rakyatnya bukan
sebaliknya menyejahterakan diri sendiri, walau pada hakikatnya hal itu bisa
dilakukan karena pemimpin memegang kebebasan kekuasaan.
“Seorang pemimpin haruslah mampu melahirkan
pemimpin pula.”
Hal-hal tersebut diatas merupakan karakteristik pemimpin yang dibutuhkan
sekarang dalam menghadapi berbagai polemik yang kian marak terjadi di era
modern saat ini. Setiap dari kita adalah pemimpin yang akan dimintai
pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya. Maka dari itu marilah kita
mengidealkan kepemimpinan kita masing-masing. Karena setiap pertanggungjawaban
membutuhkan keberanian agar sepaket, sehingga beranilah untuk menjadi ideal
dalam memimpin.
About Unknown
Hi, My Name is Hafeez. I am a webdesigner, blogspot developer and UI designer. I am a certified Themeforest top contributor and popular at JavaScript engineers. We have a team of professinal programmers, developers work together and make unique blogger templates.

